Sunday, 9 February 2020

PIATHANGTUAH: AMALAN WIRID SELEPAS SOLAT

PIATHANGTUAH: AMALAN WIRID SELEPAS SOLAT: Abdul Rauf bin Ali dilahirkan di Singkel, Aceh Selatan pada tahun 1620. Beliau lalu sering disebut dengan nama Abdul Rauf Ali al-Fansuri ...

Friday, 7 February 2020

Shalat Yuk

Hidup Sehat Dengan Sholat Yang Benar
manfaat-gerakan-sholatSetiap gerakan shalat merupakan bagian dari olahraga otot-otot dan persendian tubuh. Sholat dapat membantu menjaga vitalitas dan kebugaran tubuh tetapi dengan syarat semua gerakan sholat dilakukan dengan benar, perlahan dan tidak terburu-buru serta istiqomah atau konsisten.
Begitu banyak manfaat gerakan shalat bagi kesehatan tubuh manusia. Semakin sering kita sholat dengan benar, semakin banyak manfaat yg kita peroleh untuk kesehatan diri kita.




Wednesday, 13 February 2019

Akhlak Terpuji: Ridho

Contoh Akhlak Terpuji: RIDHO

           Kata Ridho berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata rodiya yang berarti senang, suka, rela. Ridho merupakan sifat yang terpuji yang harus dimiliki oleh manusia. Banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah SWT ridho terhadap kebaikan hambanya.
Ridha (رِضَى ) menurut kamus al-Munawwir artinya senang, suka, rela. Dan bisa diartikan Ridho/rela adalah nuansa hati kita dalam merespon semua pemberian-NYA yang setiap saat selalu kita rasakan. Pengertian ridha  juga ialah menerima dengan senang segala apa yang diberikan oleh Allah s.w.t. baik berupa peraturan ( hukum ) atau pun qada’ atau sesuatu ketentuan dari Allah s.w.t.
Allah swt berfirman:


Erti Ridho

Pengertian Ridho

Ridho adalah kata sifat yang mudah diucapkan, namun juga kata kerja yang sulit dilakukan. Ridho terhadap ketentuan Allah SWT secara mutlak berarti tidak menunjukkan keengganan ataupun penentangan terhadap takdir-Nya, manis atau pahit. Abdullah ibn Alwi ibn Muhammad al-Haddad al-Husaini (tt: 37) mengatakan:

Tuesday, 5 February 2019

Bermanfaat bagi Ummat: La Ilaha Illallah : Keutamaan, Makna, dan Syarat-S...

Bermanfaat bagi Ummat: La Ilaha Illallah : Keutamaan, Makna, dan Syarat-S...: LAA ILAAHA ILLALLAH ( لا اله الا الله   ) KEUTAMAAN, MAKNA DAN SYRAT-SYARATNYA A. Ketumaan لااله الا الله 1. Dzikir dan yang pal...

Wednesday, 16 January 2019

cintarindurasul: KEUTAMAAN KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH

cintarindurasul: KEUTAMAAN KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH: Oleh ALy Muhammad  Kajian Islam i Dalam penulisan kali ini alfaqir akan memberikan/ membahas tentang keutamaan dari LAA ILAAHA I...

Wednesday, 24 October 2018

Sinopsis Buku: Allah, Syariat & Hakikat, Satu Penghuraian


“Kalam Akhir Kitab Allah Syariat & Hakikat

Marilah kita berusaha membebaskan diri daripada dosa syirik khafi (yang tersembunyi dalam diri). dan umat perlu kembali kepada kesepaduan tauhid agar benar-benar mencapai kesempurnaan agama.

Tuesday, 27 March 2018

Kelestarian Lingkungan: Hadits Tentang Kebersihan

Kelestarian Lingkungan: Hadits Tentang Kebersihan: Hadits Tentang Kebersihan 1. Membaca Hadis Tentang Kebersihan. Agar kemampuan membaca siswa dapat meningkat dan lebih merata dal...

Monday, 9 October 2017

Ikhlas

Ikhlas apakah Anda sudah melakukan Ikhlas dengan benar? Ikhlas berasal dari kata akhlasha yang merupakan bentuk kata kerja lampau transitif yang diambil dari kata kerja intransitif khalasha (خَلصَ) dengan menambahkan satu huruf ‘alif (أ). Bentuk mudhâri‘ (saat ini) dari akhlasha (اَخْلَصَ) adalah yukhlishu (يُخْلِصُ) dan bentuk mashdarnya yaitu ikhlash (إِخْلاص). Kata tersebut berarti, murni, bersih, jernih, tanpa campuran. Ikhlas adalah melakukan amal perbuatan syariat yang ditujukan hanya kepada Allah secara murni atau tidak mengharapkan imbalan dari orang lain.

Ridho

Ridho kata yang gampang untuk diucapkan namun susah untuk dipraktekkan Ridho Terkadang ridho disama artikan dengan ikhlas. Namun sebenarnya ridho dan ikhlas adalah dua hal yang berbeda. Ridho (رِضً) berarti suka, rela, senang, yang berhubungan dengan takdir (qodha dan qodar) dari Allah.

Wednesday, 2 November 2016

Arti Kata IMAN menurut sunnah Rasul

STUDY AL-QURAN MENURUT SUNNAH RASUL: Arti Kata IMAN menurut sunnah Rasul: Saya agak sumringah dengan fenomena munculnya para netter yang mengusung tema Ke-IMAN-an. Fenomena ini sangat menarik karena para netter i...

Tuesday, 1 November 2016

AKAL (Hati, Pendengaran, Penglihatan dan Ilmu AlQuran): IMAN ITU BUKAN PERCAYA

AKAL (Hati, Pendengaran, Penglihatan dan Ilmu AlQuran): IMAN ITU BUKAN PERCAYA: Sejarah Islam di dunia & berbagai aliran bermunculan Paska wafat nya Sahabat Ali bin abi thalib. Tulisan ini bisa dijadikan bah...

a-study-of-iman-1-pandangan-dunia-tentang-iman

https://ahmadhaes.wordpress.com/2010/06/30/a-study-of-iman-1-pandangan-dunia-tentang-iman/

Tuesday, 26 April 2016

Menjadi Muslim Kaffah?
Ajakan untuk menjadi mu’min yang kãffah didengungkan Allah melalui surat Al-Baqarah yang 208:“Hai orang-orang (yang mengaku) mu’min, masuklah kalian ke dalam Islam secarakãffah, dalam arti janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena dia (setan itu) adalah musuh yang nyata bagi kalian.”[1]
Pengertian harfiah dari istilah kãffah adalah keseluruhan atau totalitas (totality). Dengan demikian, menjadi mu’min yang kãffah berarti menjadi mu’min yang total. Dalam ayat di atas ada dua kata yang menarik. Yang pertama adalah kata perintahudkhulû (masuklah kalian), dan yang kedua adalah istilah as-silm(u), yang merupakan sinonim dari as-salãm(u) dan al-islmãm(u), alias agama Islam.

Thursday, 21 April 2016

Al-Quran bukan untuk Pedoman Orang Mati

Barangkali sebab paling nyata, mengapa kita tidak mampu menjadi penyanjung dan pendukung kehidupan indah (hasanah) sebagaimana digambarkan al-Qur’an dan telah diperagakan dengan paripurna oleh Rasulullah saw., adalah akibat “keterbatasan” kita dalam memahami al-Qur’an itu sendiri. Sehingga dalam realitas hidup sehari-hari al-Qur’an seakan-akan menjadi tidak fungsional lagi (berdaya guna) sesuai fungsi diturunkannya sebagai pedoman hidup bagi manusia (hudan li an-naas). Bahkan yang sering kita jumpai justru sebaliknya, al-Qur’an telah menjadi “pedoman hidup” sesudah mati [di akhirat], buktinya apabila ada orang Islam meninggal dunia pasti dibacakan [itu pun melalui tape recorder] ayat-ayat al-Qur’an. Atau dibacakan ketika ada orang menjelang mati (menghadapi sakarat al-maut).

Menjadi Muslim Kaffah?

Ajakan untuk menjadi mu’min yang kãffah didengungkan Allah melalui surat Al-Baqarah yang 208:“Hai orang-orang (yang mengaku) mu’min, masuklah kalian ke dalam Islam secarakãffah, dalam arti janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena dia (setan itu) adalah musuh yang nyata bagi kalian.”[1]

Pengertian harfiah dari istilah kãffah adalah keseluruhan atau totalitas (totality). Dengan demikian, menjadi mu’min yang kãffah berarti menjadi mu’min yang total. Dalam ayat di atas ada dua kata yang menarik. Yang pertama adalah kata perintahudkhulû (masuklah kalian), dan yang kedua adalah istilah as-silm(u), yang merupakan sinonim dari as-salãm(u) dan al-islmãm(u), alias agama Islam.

Kredo (Kepercayaan) Ummat Islam

Hampir semua pakar agama, ketika bicara tentang iman, selalu mengacu kepada kesepakatan umum (konsensus) ulama, yang mengatakan bahwa iman adalah percaya atau kepercayaan.
Acuan dari ‘kesepakatan’ itu sebenarnya adalah kamus Bahasa Arab, yang di antaranya menyatakan bahwa iman adalah at-tashdîq muthlaqan (kamus Al-Munjid), alias “pembenaran secara mutlak”, dalam arti membenarkan sesuatu secara begitu saja, tanpa mengajukan pertanyaan. Itulah yang kemudian dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi (1) kata kerja: percaya atau mempercayai”,  (2) kata sifat:kepercayaan (keadaan atau kualitas percayanya seseorang terhadap sesuatu), dan (3) kata benda: kepercayaan (objek-objek yang dipercayai).

Wednesday, 20 April 2016

A Study Of Îmãn

A  Study Of Îmãn (1): Pandangan Dunia tentang Îmãn
Secara umum orang mengatakan bahwa îmãn terletak di hati, sehingga dengan demikian îmãn adalah urusan hati; dan karena fungsi hati adalah untuk mempercayai, maka îmãn adalah soal kepercayaan.
Perhatikan lah doktrin berikut ini, yang dikemukakan para pakar agama Islãm kepada para mahasiswa perguruan tinggi umum:
Iman mempunyai 2 (dua) arti: percaya dan kepercayaan. Arti yang pertama menggambarkan tentang sikap mental atau jiwa dari seseorang yang mempercayai dan meyakini sesuatu, sedang arti yang kedua menunjuk kepada sesuatu yang dipercayai itu. Kepercayaan dalam Islam tersimpul dalam rukun Iman yang enam, yaitu: Percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Akhirat dan Qadha’-Qadar-Nya.

Penguasaan Bahasa Al-Quran Penangkal Gombalisasi Ummat Islam

Penguasaan bhs Al-Quran Sebagai Penangkal ‘Gombalisasi’ Umat Islam , Dominasi bahasa Inggris. Ke mana bahasa Arab/Al-Quran? , Seorang dosen bahasa Arab di Universitas Indonesia berkata, “Orang Arab sekarang lebih menyukai bahasa Inggris daripada bahasa mereka sendiri. Kalau kita pergi ke negara-negara Arab, dan berbicara kepada mereka dengan bahasa Arab yang baik (fushah), mereka akan menyahut dengan bahasa pasar (suqiy) yang tidak kita pahami. Itu cara mereka memancing kita menggunakan bahasa Inggris.” Seorang sarjana bahasa Arab lulusan Universitas Indonesia, suatu hari berkunjung ke sebuah kedutaan negara Timur Tengah. Ketika berhadapan dengan para petugas di situ, ia mengatakan bahwa tidak menguasai bahasa Amiah, karena itu ia akan menggunakan bahasa resmi. Para petugas itu mengiya­kan. Tapi sarjana baru ini kemudian dibuat kaget ketika mendapati para petugas itu bicara perlahan, terbata-bata, dan di sana-sini melakukan kesalahan tata-bahasa. Ketika pembicaraan selesai, salah seorang petugas mengaku bahwa berbicara dengan bahasa Arab yang baik bagi mereka adalah musykilah (sulit).

Belajar Filsafat Lewat Ilmu Shorof

Ilmu sharaf (morfologi bahasa Arab)
adalah sebuah cabang ilmu bahasa yang sering kali dianggap memusingkan. Karena itulah ilmu ini kadang diplesetkan sebagai ilmu yang membuat orang sakit saraf (gila). Tapi, siapa sangka bahwa dari ilmu sharaf kita bisa menggali sebuah filsafat kehidupan? Secara garis besar, ilmu sharaf terbagi menjadi dua bentuk tashrîf, yaitu tashrîf lughawi, dan tashrîf ishthilahi.