Wednesday, 2 November 2016

Arti Kata IMAN menurut sunnah Rasul

STUDY AL-QURAN MENURUT SUNNAH RASUL: Arti Kata IMAN menurut sunnah Rasul: Saya agak sumringah dengan fenomena munculnya para netter yang mengusung tema Ke-IMAN-an. Fenomena ini sangat menarik karena para netter i...

Tuesday, 1 November 2016

AKAL (Hati, Pendengaran, Penglihatan dan Ilmu AlQuran): IMAN ITU BUKAN PERCAYA

AKAL (Hati, Pendengaran, Penglihatan dan Ilmu AlQuran): IMAN ITU BUKAN PERCAYA: Sejarah Islam di dunia & berbagai aliran bermunculan Paska wafat nya Sahabat Ali bin abi thalib. Tulisan ini bisa dijadikan bah...

a-study-of-iman-1-pandangan-dunia-tentang-iman

https://ahmadhaes.wordpress.com/2010/06/30/a-study-of-iman-1-pandangan-dunia-tentang-iman/

Tuesday, 26 April 2016

Menjadi Muslim Kaffah?
Ajakan untuk menjadi mu’min yang kãffah didengungkan Allah melalui surat Al-Baqarah yang 208:“Hai orang-orang (yang mengaku) mu’min, masuklah kalian ke dalam Islam secarakãffah, dalam arti janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena dia (setan itu) adalah musuh yang nyata bagi kalian.”[1]
Pengertian harfiah dari istilah kãffah adalah keseluruhan atau totalitas (totality). Dengan demikian, menjadi mu’min yang kãffah berarti menjadi mu’min yang total. Dalam ayat di atas ada dua kata yang menarik. Yang pertama adalah kata perintahudkhulû (masuklah kalian), dan yang kedua adalah istilah as-silm(u), yang merupakan sinonim dari as-salãm(u) dan al-islmãm(u), alias agama Islam.

Thursday, 21 April 2016

Al-Quran bukan untuk Pedoman Orang Mati

Barangkali sebab paling nyata, mengapa kita tidak mampu menjadi penyanjung dan pendukung kehidupan indah (hasanah) sebagaimana digambarkan al-Qur’an dan telah diperagakan dengan paripurna oleh Rasulullah saw., adalah akibat “keterbatasan” kita dalam memahami al-Qur’an itu sendiri. Sehingga dalam realitas hidup sehari-hari al-Qur’an seakan-akan menjadi tidak fungsional lagi (berdaya guna) sesuai fungsi diturunkannya sebagai pedoman hidup bagi manusia (hudan li an-naas). Bahkan yang sering kita jumpai justru sebaliknya, al-Qur’an telah menjadi “pedoman hidup” sesudah mati [di akhirat], buktinya apabila ada orang Islam meninggal dunia pasti dibacakan [itu pun melalui tape recorder] ayat-ayat al-Qur’an. Atau dibacakan ketika ada orang menjelang mati (menghadapi sakarat al-maut).

Menjadi Muslim Kaffah?

Ajakan untuk menjadi mu’min yang kãffah didengungkan Allah melalui surat Al-Baqarah yang 208:“Hai orang-orang (yang mengaku) mu’min, masuklah kalian ke dalam Islam secarakãffah, dalam arti janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena dia (setan itu) adalah musuh yang nyata bagi kalian.”[1]

Pengertian harfiah dari istilah kãffah adalah keseluruhan atau totalitas (totality). Dengan demikian, menjadi mu’min yang kãffah berarti menjadi mu’min yang total. Dalam ayat di atas ada dua kata yang menarik. Yang pertama adalah kata perintahudkhulû (masuklah kalian), dan yang kedua adalah istilah as-silm(u), yang merupakan sinonim dari as-salãm(u) dan al-islmãm(u), alias agama Islam.

Kredo (Kepercayaan) Ummat Islam

Hampir semua pakar agama, ketika bicara tentang iman, selalu mengacu kepada kesepakatan umum (konsensus) ulama, yang mengatakan bahwa iman adalah percaya atau kepercayaan.
Acuan dari ‘kesepakatan’ itu sebenarnya adalah kamus Bahasa Arab, yang di antaranya menyatakan bahwa iman adalah at-tashdîq muthlaqan (kamus Al-Munjid), alias “pembenaran secara mutlak”, dalam arti membenarkan sesuatu secara begitu saja, tanpa mengajukan pertanyaan. Itulah yang kemudian dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi (1) kata kerja: percaya atau mempercayai”,  (2) kata sifat:kepercayaan (keadaan atau kualitas percayanya seseorang terhadap sesuatu), dan (3) kata benda: kepercayaan (objek-objek yang dipercayai).

Wednesday, 20 April 2016

A Study Of Îmãn

A  Study Of Îmãn (1): Pandangan Dunia tentang Îmãn
Secara umum orang mengatakan bahwa îmãn terletak di hati, sehingga dengan demikian îmãn adalah urusan hati; dan karena fungsi hati adalah untuk mempercayai, maka îmãn adalah soal kepercayaan.
Perhatikan lah doktrin berikut ini, yang dikemukakan para pakar agama Islãm kepada para mahasiswa perguruan tinggi umum:
Iman mempunyai 2 (dua) arti: percaya dan kepercayaan. Arti yang pertama menggambarkan tentang sikap mental atau jiwa dari seseorang yang mempercayai dan meyakini sesuatu, sedang arti yang kedua menunjuk kepada sesuatu yang dipercayai itu. Kepercayaan dalam Islam tersimpul dalam rukun Iman yang enam, yaitu: Percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Akhirat dan Qadha’-Qadar-Nya.

Penguasaan Bahasa Al-Quran Penangkal Gombalisasi Ummat Islam

Penguasaan bhs Al-Quran Sebagai Penangkal ‘Gombalisasi’ Umat Islam , Dominasi bahasa Inggris. Ke mana bahasa Arab/Al-Quran? , Seorang dosen bahasa Arab di Universitas Indonesia berkata, “Orang Arab sekarang lebih menyukai bahasa Inggris daripada bahasa mereka sendiri. Kalau kita pergi ke negara-negara Arab, dan berbicara kepada mereka dengan bahasa Arab yang baik (fushah), mereka akan menyahut dengan bahasa pasar (suqiy) yang tidak kita pahami. Itu cara mereka memancing kita menggunakan bahasa Inggris.” Seorang sarjana bahasa Arab lulusan Universitas Indonesia, suatu hari berkunjung ke sebuah kedutaan negara Timur Tengah. Ketika berhadapan dengan para petugas di situ, ia mengatakan bahwa tidak menguasai bahasa Amiah, karena itu ia akan menggunakan bahasa resmi. Para petugas itu mengiya­kan. Tapi sarjana baru ini kemudian dibuat kaget ketika mendapati para petugas itu bicara perlahan, terbata-bata, dan di sana-sini melakukan kesalahan tata-bahasa. Ketika pembicaraan selesai, salah seorang petugas mengaku bahwa berbicara dengan bahasa Arab yang baik bagi mereka adalah musykilah (sulit).

Belajar Filsafat Lewat Ilmu Shorof

Ilmu sharaf (morfologi bahasa Arab)
adalah sebuah cabang ilmu bahasa yang sering kali dianggap memusingkan. Karena itulah ilmu ini kadang diplesetkan sebagai ilmu yang membuat orang sakit saraf (gila). Tapi, siapa sangka bahwa dari ilmu sharaf kita bisa menggali sebuah filsafat kehidupan? Secara garis besar, ilmu sharaf terbagi menjadi dua bentuk tashrîf, yaitu tashrîf lughawi, dan tashrîf ishthilahi.

Thursday, 14 January 2016

Takwa (Taqwa)

Memahami Makna Taqwa


Pengertian TAQWA secara dasar adalah Menjalankan perintah, dan menjauhi larangan. Kepada siapa ??? maka dilanjukan dengan kalimat Taqwallah yaitu taqwa kepada Allah SWT. Kelihatan kata-kata tersebut ringan diucapkan tapi kenyataan-nya banyak orang yang belum sanggup bahkan terkesan asal-asalan dalam menerapkan arti kata Taqwa tersebut, lihat sekitar kita ada beberapa orang yang tidak berpuasa dan terang-terangan makan di tempat umum, padahal bila ditanya " mas, agama-nya apa?" jawab-nya muslim, ada juga yang sudah berpuasa tapi masih suka melirik kanan-kiri dan ketika ditanya " mas, ini kan lagi puasa?" jawabnya cuma sebentar kan boleh. Ya... Allah, manusia..., manusia.., sebenarnya banyak contoh bagaimana lingkungan di sekitar kita atau mungkin diri saya pribadi masih belum mampu mengemban amanah Taqwallah dengan sepenuhnya.